Dunia Kampus Gelar Webinar “Stop Being Nervous!” untuk Bantu Mahasiswa Kuasai Public Speaking

Dunia Kampus Gelar Webinar Stop Being Nervous

Dunia Kampus, didukung oleh Deepublish Store, menyelenggarakan webinar bertajuk “Stop Being Nervous! Kuasai Public Speaking Lebih Tenang dan Percaya Diri” pada Kamis, 10 September 2026 secara daring melalui Zoom Meeting dan live streaming YouTube. Webinar ini terbuka gratis bagi mahasiswa di seluruh Indonesia yang ingin belajar mengelola rasa gugup dan tampil lebih percaya diri saat berbicara di depan umum.

Webinar ini hadir menjawab keresahan banyak mahasiswa yang masih sering merasa nervous saat harus bicara di depan orang, takut salah berbicara, kurang percaya diri, atau bingung bagaimana menyampaikan ide dengan tenang. Dunia Kampus memandang kemampuan public speaking bukan soal langsung mahir sejak awal, melainkan soal keberanian untuk memulai dan terus melatih diri. Atas dasar itu, Dunia Kampus hadir memberikan ruang belajar praktis agar mahasiswa dapat memahami akar rasa gugup sekaligus strategi nyata untuk mengatasinya.

Agenda webinar menghadirkan Najwa Nailah Karimah sebagai narasumber, seorang Public Speaker, Digital Creator, dan PR Enthusiast yang saat ini bekerja di lembaga riset Youth Laboratory Indonesia sebagai Junior Business Development. Dengan pengalaman lebih dari 4 tahun dalam pembuatan konten dan 2 tahun dalam menangani branding organisasi, personal, dan korporat, Najwa membagikan wawasannya mengenai cara membangun kepercayaan diri saat tampil berbicara di depan umum.

Najwa membahas konsep performance anxiety, yakni kecemasan yang muncul ketika seseorang merasa performanya sedang diamati atau dievaluasi, yang dapat termanifestasi secara kognitif, fisik, maupun perilaku. Materi turut mengulas mengapa rasa gugup muncul, mulai dari ketakutan akan penilaian, ketakutan akan kegagalan, ketidakpastian, kurangnya persiapan, hingga pengalaman buruk di masa lalu. Selain itu, peserta dibekali 3 teknik utama mengelola gugup, yaitu mengontrol pernapasan melalui teknik 4-4-4, mengontrol pikiran dengan menantang self-talk negatif berdasarkan konsep self-efficacy, serta mempersiapkan materi secara cerdas tanpa perlu menghafal seluruh kalimat.

Najwa juga menjelaskan bahwa rasa gugup merupakan respons alami tubuh ketika seseorang merasa terancam atau tertekan, sehingga memicu reaksi fisik seperti jantung berdebar dan napas menjadi cepat. Ia menekankan bahwa kepercayaan diri bukanlah syarat mutlak untuk mulai berbicara, melainkan sesuatu yang dapat terbentuk melalui proses berlatih secara konsisten. 

Ia juga memaparkan pentingnya pengelolaan bahasa tubuh dalam public speaking. Kepercayaan audiens turut dipengaruhi oleh penyampaian pesan secara nonverbal, seperti kontak mata, postur tubuh, gestur, dan ekspresi wajah. Najwa mengingatkan pentingnya mengatur tempo bicara dan memberikan jeda yang tepat saat berbicara. Penggunaan napas sebagai penopang juga menjadi kunci untuk menjaga kendali serta menyampaikan pesan secara jelas dan meyakinkan. “Gugup itu sangat normal. Kamu tidak harus menunggu sampai percaya diri untuk memulai berbicara. Berlatih berbicara untuk membangun percaya diri,” ujar Najwa.

BACA JUGA:

Dunia Kampus Ajak Fresh Graduate dan Mahasiswa Siapkan Diri Jadi Calon Pemimpin Melalui Webinar Management Trainee

Dunia Kampus Ajak Fresh Graduate dan Mahasiswa Siapkan Diri Jadi Calon Pemimpin Melalui Webinar Management Trainee

Melalui webinar ini, Dunia Kampus berharap mahasiswa dan fresh graduate semakin mampu mengelola rasa gugup dan tampil lebih percaya diri saat berbicara di depan umum, baik dalam konteks akademik, organisasi, maupun dunia kerja. Pemahaman mengenai teknik mengelola kecemasan performa ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam membangun komunikasi yang lebih efektif ke depannya.

Dunia Kampus menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program edukatif yang relevan dengan kebutuhan pengembangan diri mahasiswa masa kini. Ke depannya, Dunia Kampus berencana melanjutkan rangkaian webinar pengembangan soft skill serupa guna mendukung kesiapan generasi muda menghadapi berbagai tantangan komunikasi di masa depan.

Bagikan Artikel Ini