Memilih jurusan kuliah IPA yang menjamin masa depan untuk perempuan bukan hanya soal mencari jurusan yang populer atau bergaji tinggi. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri, calon mahasiswa perlu melihat bidang apa yang diprediksi terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Salah satu referensi yang bisa digunakan adalah The Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF). Laporan ini menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI), big data, cybersecurity, teknologi digital, kendaraan listrik, serta transisi energi akan ikut membentuk kebutuhan tenaga kerja hingga 2030. Bahkan, AI dan big data, networks and cybersecurity, serta technological literacy menjadi tiga kelompok keterampilan yang diprediksi mengalami pertumbuhan permintaan paling cepat.
Artinya, perempuan yang mengambil jurusan IPA punya banyak peluang untuk masuk ke bidang teknologi dan sains yang sedang berkembang.
Lantas, jurusan kuliah IPA apa saja yang menjanjikan masa depan untuk perempuan? Berikut beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan.
1. Informatika atau Ilmu Komputer
Informatika dan Ilmu Komputer menjadi salah satu pilihan menarik bagi perempuan yang tertarik dengan teknologi. Perkembangan digital membuat kebutuhan terhadap tenaga yang mampu membangun, mengembangkan, dan mengelola perangkat lunak terus meningkat.
Dalam The Future of Jobs Report 2025, Software and Applications Developers termasuk pekerjaan yang diproyeksikan tumbuh paling cepat hingga 2030.
Kuliah di bidang Informatika atau Ilmu Komputer dapat membekali mahasiswa dengan kemampuan pemrograman, algoritma, database, pengembangan aplikasi, hingga sistem komputer.
Prospek kariernya antara lain software developer, web developer, mobile developer, system analyst, backend developer, frontend developer, dan software engineer.
Buat perempuan yang suka problem solving dan teknologi, bidang ini bisa menjadi pilihan dengan prospek yang cukup panjang.
2. Sains Data
Kalau kamu suka matematika, statistik, dan teknologi, Sains Data atau Data Science layak dipertimbangkan. Data semakin penting bagi perusahaan karena dapat digunakan untuk memahami perilaku konsumen, memprediksi tren, hingga membantu pengambilan keputusan.
WEF menempatkan Big Data Specialists sebagai pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat secara persentase hingga 2030.
Selama kuliah, mahasiswa biasanya mempelajari statistik, pemrograman, pengolahan data, visualisasi, dan machine learning.
Prospek kerjanya meliputi data scientist, data analyst, data engineer, business intelligence analyst, hingga data consultant.
Menariknya, peluang di bidang data tidak terbatas pada perusahaan teknologi. Industri perbankan, kesehatan, manufaktur, e-commerce, media, hingga pemerintahan juga membutuhkan kemampuan analisis data.
3. Artificial Intelligence dan Machine Learning
Perkembangan AI membuat Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning menjadi salah satu bidang yang sangat menarik untuk masa depan.
Menurut WEF, AI and Machine Learning Specialists termasuk tiga pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat hingga 2030. Selain itu, AI dan big data juga menjadi keterampilan yang diprediksi paling cepat meningkat kebutuhannya.
Jurusan atau program studi yang berkaitan dengan AI biasanya mempelajari pemrograman, matematika, statistik, machine learning, deep learning, dan pengolahan data.
Lulusannya dapat bekerja sebagai AI engineer, machine learning engineer, AI specialist, data scientist, hingga AI researcher.
Bagi perempuan yang ingin masuk industri teknologi masa depan, bidang AI bisa menjadi salah satu pilihan yang sangat potensial.
4. Sistem Informasi
Tidak semua perempuan yang tertarik teknologi ingin fokus menjadi programmer. Jika kamu lebih tertarik menggabungkan teknologi dengan bisnis, Sistem Informasi bisa menjadi pilihan.
Jurusan ini mempelajari bagaimana teknologi digunakan untuk membantu proses bisnis, pengelolaan data, dan pengambilan keputusan perusahaan.
Prospek pekerjaannya antara lain business analyst, system analyst, IT consultant, database administrator, product specialist, hingga IT project manager.
Bidang ini juga relevan dengan tren digitalisasi yang disebut WEF sebagai salah satu faktor utama yang akan mengubah dunia kerja. Perluasan akses digital diperkirakan menjadi tren makro yang paling banyak memengaruhi bisnis hingga 2030.
5. Cybersecurity
Semakin banyak perusahaan menggunakan teknologi digital, semakin penting pula perlindungan terhadap data dan sistem. Karena itu, Cybersecurity atau keamanan siber menjadi salah satu bidang yang menarik untuk dipertimbangkan.
WEF memasukkan Security Management Specialists ke dalam lima pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat. Sementara itu, kebutuhan terhadap keterampilan networks and cybersecurity juga diproyeksikan meningkat pesat.
Perempuan yang tertarik pada teknologi, keamanan digital, dan investigasi sistem bisa mempertimbangkan jurusan seperti Cybersecurity, Informatika, Ilmu Komputer, atau Sistem Informasi dengan fokus keamanan.
Prospek kerja mencakup cybersecurity analyst, information security analyst, security engineer, security consultant, hingga penetration tester.
BACA JUGA: 10 Jurusan Kuliah Yang Gampang Cari Kerja Berdasarkan WEF
6. Teknik Elektro
Teknik Elektro juga menjadi pilihan menarik karena bidang ini berkaitan dengan banyak teknologi yang berkembang, mulai dari otomasi, perangkat pintar, energi, hingga kendaraan listrik.
Kuliah Teknik Elektro dapat mempelajari elektronika, sistem kontrol, kelistrikan, telekomunikasi, mikroprosesor, hingga otomasi.
Lulusannya dapat bekerja sebagai electrical engineer, electronics engineer, automation engineer, control engineer, hingga IoT engineer.
Bidang ini juga dapat menjadi pintu masuk ke industri teknologi dan energi yang diprediksi mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun mendatang.
7. Teknik Energi Terbarukan
Perubahan menuju energi yang lebih ramah lingkungan membuat Teknik Energi Terbarukan menjadi salah satu jurusan yang patut diperhatikan.
WEF memasukkan Renewable Energy Engineers ke dalam 15 pekerjaan yang diproyeksikan tumbuh paling cepat hingga 2030. Transisi energi, termasuk perkembangan teknologi pembangkitan, penyimpanan, dan distribusi energi, diperkirakan menjadi salah satu penggerak penting perubahan pasar kerja.
Lulusan bidang ini dapat mengejar karier sebagai renewable energy engineer, energy analyst, solar energy engineer, project engineer, hingga sustainability specialist.
Buat perempuan yang tertarik dengan isu lingkungan sekaligus teknologi, bidang energi terbarukan bisa menjadi pilihan yang menarik.
8. Teknik Lingkungan
Selain energi terbarukan, Teknik Lingkungan juga punya prospek yang cukup menarik. Kebutuhan terhadap pengelolaan lingkungan meningkat seiring dengan perhatian perusahaan dan pemerintah terhadap perubahan iklim serta keberlanjutan.
WEF mencatat Environmental Engineers sebagai salah satu pekerjaan yang termasuk dalam 15 profesi dengan pertumbuhan tercepat hingga 2030.
Jurusan ini mempelajari pengelolaan limbah, pencemaran air dan udara, pengolahan lingkungan, hingga berbagai solusi untuk mengurangi dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan.
Prospek kerjanya meliputi environmental engineer, environmental consultant, sustainability specialist, waste management specialist, hingga konsultan lingkungan.
9. Teknik Kendaraan Listrik
Industri otomotif juga ikut berubah. Perkembangan kendaraan listrik dan teknologi kendaraan otonom menciptakan kebutuhan baru terhadap tenaga ahli di bidang tersebut.
Dalam The Future of Jobs Report 2025, Autonomous and Electric Vehicle Specialists masuk dalam daftar 15 pekerjaan yang diprediksi tumbuh paling cepat.
Perempuan yang tertarik dengan otomotif dan teknologi bisa mempertimbangkan Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Otomotif, Mekatronika, atau program yang berfokus pada kendaraan listrik.
Prospek kerja dapat mencakup EV engineer, battery specialist, automotive engineer, maintenance engineer, hingga researcher.
Bidang ini menarik karena menggabungkan kemampuan teknik dengan perkembangan industri otomotif masa depan.
10. Bioteknologi
Bioteknologi bisa menjadi pilihan bagi perempuan yang lebih tertarik pada biologi, kimia, kesehatan, pangan, dan penelitian. Bidang ini memang tidak muncul sebagai nama pekerjaan tersendiri dalam daftar pekerjaan tercepat WEF, sehingga posisinya berbeda dengan AI, big data, atau energi terbarukan.
Namun, kemampuan sains dan teknologi yang diperoleh dari Bioteknologi dapat diterapkan di berbagai sektor seperti kesehatan, farmasi, pangan, pertanian, dan riset.
Prospek kariernya antara lain biotechnologist, research scientist, laboratory analyst, quality control, hingga peneliti di bidang kesehatan dan pangan.
Jurusan ini cocok bagi kamu yang lebih menikmati kegiatan laboratorium dan penelitian dibandingkan pekerjaan yang berfokus pada pemrograman.