Peranan Mahasiswa Dalam Pemberantasan Korupsi (Contoh)

Peranan Mahasiswa Dalam Pemberantasan Korupsi

Korupsi bukanlah hal asing ditelinga kita. Hampir setiap hari kita menyaksikan berita korupsi beredar di dunia maya. Semua pihak diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pemberantasan korupsi, tak terkecuali mahasiswa. Dalam artikel ini, Duniakampus.id akan memberikan informasi lengkap tentang apa saja peranan mahasiswa dalam pemberantasan korupsi.

Berikut adalah beberapa peranan mahasiswa dalam pemberantasan korupsi.

1. Menciptakan lingkungan bebas korupsi mulai dari lingkungan terdekat

Sebelum menciptakan lingkungan bebas korupsi di lingkungan terdekat, karakter anti korupsi harus ada di dalam diri mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa harus menjadi garda terdepan gerakan antikorupsi.
Bagi mahasiswa sendiri, penanaman anti korupsi dilakukan dengan tidak mencontek saat ujian, terlambat datang ke kampus, titip absen kepada teman, memberikan uang suap kepada pengurus beasiswa, dan tindakan koruptif lainnya.

Kemudian dilanjutkan dengan internalisasi karakter anti korupsi di lingkungan keluarga. Mahasiswa bisa mengamati keseharian anggota keluarga dan mengingatkannya ketika melakukan penyimpangan. Pernahkah kamu melihat orang tua terlambat masuk kerja? Itu termasuk korupsi waktu loh. Maka dari itu, kamu harus mengingatkan orang tua untuk meninggalkan kebiasaan tersebut secara pelan-pelan agar tidak menjadi boomerang di kemudian hari.

Lingkungan terdekat selanjutnya yaitu organisasi/komunitas mahasiswa, pemberantasan korupsi dilakukan dengan mengedukasi rekan mahasiswa di kampus untuk menerapkan sikap anti korupsi, seperti membuat anggaran secara transparan dan tidak melakukan mark up harga.

2. Memberikan pendidikan anti korupsi kepada masyarakat dan bahaya korupsi

Mahasiswa sebagai generasi muda merupakan salah satu agen perubahan yang berperan dalam mereduksi korupsi melalui pendidikan anti korupsi. Gerakan anti korupsi adalah upaya memperbaiki perilaku individu dan sistem untuk mencegah perilaku koruptif.

Pendidikan anti korupsi tidak dirancang untuk memberantas korupsi namun melatih masyarakat agar mempunyai perilaku anti korupsi.
Mahasiswa lebih difokuskan untuk membangun budaya anti korupsi di masyarakat, seperti menyanyi, membuat lagu anti korupsi, membuat cerita pendek, poster korupsi dan anti korupsi, dan film pendek anti korupsi.

Dengan demikian, diharapkan terciptanya kesadaran di kalangan masyarakat bahwa korupsi harus dilawan dan dihancurkan dengan mengerahkan seluruh kekuatan secara masif artinya bukan hanya pemerintah melainkan seluruh golongan masyarakat.

3. Menjadi pengontrol kebijakan pemerintah

Mahasiswa selain sebagai agent of change juga bertindak sebagai agen pengontrol dalam pemerintahan. Pasti kamu pernah kesal terhadap kebijakan pemerintah yang tidak memberikan dampak positif terhadap keadilan dan kesejahteraan masyarakat? Nah, kebijakan pemerintah tersebut harus dikontrol dan dikritisi agar tidak merugikan banyak orang.

Usaha yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mempengaruhi keputusan politik adalah melakukan penyebaran informasi/tanggapan atas kebijakan pemerintah dengan membangun opini publik, jumpa pers, diskusi terbuka bersama pihak-pihak yang kompeten. Mahasiswa juga bisa menyampaikan tuntutan melalui demo dan pengerahan massa dalam jumlah besar.

Di samping itu, mahasiswa mempunyai jaringan yang luas, baik antar mahasiswa maupun dengan lembaga swadaya masyarakat sehingga apabila dikoordinasikan dengan baik akan menjadi kekuatan yang sangat besar untuk menekan pemerintah.

5. Membangun karakter jujur dan disiplin

Pernahkah kamu mencontek agar bisa mendapatkan nilai yang bagus? Perilaku tersebut termasuk curang loh, karena kamu tidak jujur saat mengerjakan soal. Upaya preventif yang dapat dilakukan adalah membentengi diri dari rasa malas belajar. Mahasiswa sebagai pemimpin masa depan, harus menjadi teladan dan menjunjung tinggi integritas serta kejujuran.

Selain itu, kamu pasti pernah telat masuk kuliah kan?entah karena bangun kesiangan atau terjebak macet di jalan? Karakter disiplin penting ditanamkan sejak dini sebagai salah satu langkah pencegahan korupsi. Karakter disiplin yang dimaksud seperti membuang sampah pada tempatnya, menyeberang di zebra cross, memakai helm ketika mengendarai sepeda motor, dan hal sederhana lainnya yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, itulah peranan mahasiswa dalam pemberantasan korupsi. Dalam konteks pemberantasan korupsi, mahasiswa diharapkan mampu mendorong perubahan sosial yang lebih baik. Ini akan membantu mengurangi tingkat korupsi dan membangun pemerintahan yang lebih adil, transparan, dan berintegritas.

Penulis: Devi

Baca juga: