Pertanyaan Wawancara Ketua Organisasi dan Jawabannya

Pertanyaan Wawancara Ketua Organisasi

Menjadi kebanggaan tersendiri Ketika apa yang kamu harapkan akhirnya terkabulkan. Dari sekian harapan, apa sih yang kamu inginkan? Buat yang menjadi seorang mahasiswa, dan ingin aktif mengikuti organisasi di kampus pastinya ingin menjadi bagian di dalamnya bukan? 

Sayangnya agar bisa masuk ke organisasi kampus tidaklah mudah. Dibutuhkan proses seleksi yang Panjang. Paling tidak kamu harus lulus dulu wawancara. Buat jaga-jaga, berikut adalah tips menjawab pertanyaan saat wawancara organisasi kampus. 

Apakah Bersedia Menjalankan Tugas Sebagai Ketua Organisasi Dengan Ikhlas?

Sering kali kita lupa, jika sesi wawancara adalah sesi yang ingin mengetahui sejauh apa kamu siap bergabung. Adapun pertanyaan yang umum ditanyakan,yaitu terkait apakah kamu siap menjalankan tugas sebagai ketua organisasi dengan ikhlas?

Saat ditanya seperti ini, dengan suasana wawancara yang formal. Tentu membuat kita berpikir dua kali. Oleh karena itu, untuk meminimalisir terjadinya rasa kebimbangan dan keragu-raguan, sebelum datang ke wawancara, tidak ada salahnya kamu menanyakan pada diri sendiri.

Memantapkan hati. Ketika sudah yakin, dan Ketika ditanya pertanyaan ini, kamu bisa menjawab dengan mahir dan lancar. 

Apa Saja Tugas Pokok Sebagai Seorang Ketua Organisasi Dan Apakah Mampu?

Jika Kamu ingin menjadi ketua organisasi kampus, maka kamu pun akan ditanya apa saja tugas pokok sebagai seorang ketua organisasi. Di sini kamu minimal bisa menjawab dengan kemantapan dan keyakinan. Namun jangan terkesan berlebihan. Kamu bisa menjawab yang sifatnya bahwa kamu mampu mengemban amanah menjadi seorang ketua. 

Agar jawabannya lebih spesifik, kamu bisa menjawabnya bahwa kamu mampu. Karena kamu memiliki jiwa kepemimpinan. Dimana seorang pemimpin tidak hanya sebagai penentu arah, tetapi juga memiliki tugas sebagai integrator, mediator, mendelegasikan wewenang sekaligus sebagai pemimpin rapat.

Suka Kepemimpinan Yang Seperti Apa? Diktator Atau Aspirator

Tim seleksi tentu saja sudah tahu dari sikap yang ditunjukan dan cara penyampaian yang kamu sampaikan bahwa kamu memiliki jiwa kepemimpinan dan yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan. Oleh karena itu, wajar jika tim penyeleksi pun akan menanyakan model kepemimpinan yang kamu lakukan lebih suka model dictator atau aspirator.

Jadi kepemimpinan diktator adalah model kepemimpinan yang adalah model kepemimpinan yang memusatkan power kekuasaan pada satu pemimpin saja. Sehingga tidak ada kata mufakat bersama. Jadi segala keputusan murni ditentukan oleh sang pemimpin.

Ada juga yang dimaksud dengan kepemimpinan aspirator, yaitu model kepemimpinan yang menyampaikan apa yang diharapkan oleh anggota-anggotanya.

Jadi, model pemimpin aspirator tidak lain menyuarakan suara anggota mereka. Biasanya kepemimpinan ini tipe pemimpin yang banyak disukai, karena bisa menjadi penengah, sekaligus bisa menjadi jembatan antara anggota-anggotanya.

Apa Motivasi Kamu Menjadi Seorang Pemimpin

Tim penyeleksi juga akan menanyakan motivasi kamu menjadi seorang pemimpin organisasi. Sebenarnya bukan jawaban sempurna yang dicari. Tetapi sekedar untuk menjajaki apakah kamu memiliki latar belakang yang tulus untuk menjadi seorang pemimpin. Atau ingin menjadi pemimpin hanya untuk keren-kerenanan dan gengsi semata. 

Tentu saja alasan kenapa motivasi menjadi seorang pemimpin yang lahir karena passion dan dorongan internal dari dalam diri kamu akan lebih bisa diterima. Daripada alasan yang sifatnya karena faktor eksternal. 

Apa Skill Yang Kamu Unggulkan Ketika Menjadi Ketua Nanti?

Tentu saja untuk menjadi seorang pemimpin organisasi mahasiswa harus memiliki skill dan pengetahuan. Oleh karena itu, sebelum datang di seleksi wawancara, tidak ada salahnya kamu mencari tahu skill unggulan kamu Ketika kamu menjadi ketua. Kamu bisa breakdown kemampuan yang kamu miliki.

Bagaimana Jika Ada Anggota Yang Malas Bekerja Dan Menghambat Organisasimu?

Ada banyak pertanyaan yang akan dilontarkan Ketika seleksi wawancara. Salah satunya pertanyaan “bagaimana jika ada anggota yang malas bekerja dan menghambat organisasi?” kamu harus bisa menyiapkan jawaban sebijak mungkin. Ketika menjawab pertanyaan tersebut, kamu bisa memposisikan diri sebagai pemimpin. 

Dan secara disadari, apa yang kamu jawab sebenarnya menunjukan bakat seseorang apakah pantas menjadi seorang pemimpin dan yang tidak berbakat menjadi seorang pemimpin. Jadi, jangan fokus pada jawaban salah atau benar. 

Bagaimana Cara Kamu Mengatasi Konflik Antar Anggota?

Menjadi ketua rapat organisasi kampus memang sebagai ajang berlatih kepemimpinan. Maka tidak heran jika seleksi menjadi seorang pemimpin pun pada akhirnya mencoba menggali cara dan sikap kamu jika terpilih. Termasuk menggali bagaimana kamu menemukan masalah konflik antar anggota. 

Seorang pemimpin memang dituntut untuk bisa mencari solusi atau problem solving untuk kepentingan organisasi. Bahkan, tidak jarang di dalam organisasi itu sendiri kamu menemukan konflik antar anggota, sehingga kamu sebagai seorang pemimpin dituntut untuk bisa bersikap secara bijak, dengan menyelesaikan masalah tanpa melahirkan masalah baru.

Apa Visi Misi Kamu Sebagai Calon Ketua Organisasi?

Penting juga seorang ketua memiliki visi dan misi. Visi dan misi adalah jalur real yang akan mengantarkan pada goal yang diinginkan oleh organisasi tersebut. Ketua organisasi yang bijak dan baik adalah yang mampu merealisasikan visi misi.

Tentu untuk mencapai sebuah tujuan Bersama, tidaklah mudah dijalani. Karena akan banyak masalah dan kerikil. Maka tidak heran jika pihak penyeleksi akan menanyakan visi misi.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya kamu mempersiapkan dan merumuskan visi misi yang terbaik.

Itulah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan ketika kamu mengikuti seleksi menjadi ketua di organisasi kampus. Semoga sedikit ulasan ini memberikan gambaran. Buat kamu yang sedang mempersiapkan dan merealisasikan harapan menjadi ketua organisasi, semoga berhasil dan berjalan lancar ya.

Baca juga: 9 Pertanyaan Wawancara Organisasi Kampus dan Cara Menjawab

Penulis: Irukawa Elisa
Editor: Yusuf Abdhul Azis

Baca juga: