Penulisan Sumber Gambar di Laporan, Skripsi Atau Tugas Kuliah

Penulisan Sumber Gambar

Masih banyak pelajar dan mahasiswa yang merasa ragu saat harus mencantumkan sumber gambar yang diambil dari internet. Di era digital seperti sekarang, penggunaan gambar daring dalam tugas sekolah maupun kuliah memang sulit dihindari. Namun, tidak sedikit yang bertanya-tanya apakah penulisan sumber gambar dari internet memiliki aturan yang sama dengan sumber dari buku cetak. 

Kesalahan penulisan sumber bisa berdampak pada penilaian akademik, bahkan dianggap kurang etis. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara mencantumkan sumber gambar online dengan benar. Jika kamu masih merasa bingung, pembahasan berikut akan membantu menjelaskannya secara praktis dan mudah dipahami.

Variasi Penulisan dan Cara Menulis Sumber Gambar

Pada dasarnya, memang ada beberapa cara menulis sumber gambar yang diambil dari sumber utama internet. Berikut adalah beberapa variasi cara penulisannya:

1. Contoh Penulis Pertama

[gambar]

Sumber: dokumen pribadi

2. Contoh Penulisan Kedua

[gambar]

Sumber 1.0 dokumen pribadi

3. Contoh Penulisan Ketiga

[gambar]

Gambar 1. Struktur Organisasi (Sumber: www.deepublish.com)

Dari tiga contoh yang disajikan di atas, kamu bisa memilih menggunakan salah satu di antaranya. Apabila dalam laporan atau artikel milikmu memilih menggunakan format penulisan contoh pertama, maka format tersebut harus diterapkan secara konsisten di seluruh naskah dan tidak boleh berubah-ubah.

Sumber yang Diambil dari Koleksi Pribadi

Apakah gambar dari koleksi pribadi diperbolehkan untuk digunakan dalam laporan atau artikel? Jawabannya, tentu saja boleh. Gambar milik pribadi justru sering menjadi pilihan yang aman karena tidak berkaitan dengan hak cipta pihak lain. 

Selama gambar tersebut memang diambil dan dimiliki sendiri, penggunaannya sah untuk keperluan akademik maupun penulisan umum. Namun demikian, meskipun berasal dari koleksi pribadi, penulis tetap perlu mencantumkan sumber gambar secara jelas agar pembaca memahami asal gambar yang digunakan.

Secara teknis, penulisan sumber gambar pribadi dapat dilakukan dengan mencantumkan keterangan seperti “Sumber: dokumentasi pribadi” atau “Sumber: dokumen pribadi” di bawah gambar. Penulisan ini membantu menjaga kerapian dan konsistensi naskah, sekaligus menunjukkan bahwa gambar tersebut bukan diambil dari internet atau sumber lain.

Selain mencantumkan sumber gambar, penulis juga perlu menyusun daftar gambar dengan benar. Daftar gambar berfungsi untuk memudahkan pembaca menemukan posisi gambar dalam naskah. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara membuat daftar gambar yang rapi dan sistematis. 

Mulai dari penulisan judul gambar, penomoran yang urut, hingga penggunaan titik-titik penghubung agar tampilan daftar gambar sejajar dan mudah dibaca. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, penggunaan gambar pribadi dalam laporan akan terlihat lebih profesional dan sesuai kaidah penulisan yang baik.

Sumber dari Internet

Jika gambar atau foto diambil dari internet, cara penulisan sumbernya perlu disesuaikan dengan asal dan jenis sumber tersebut. Karena sumber daring memiliki beragam bentuk, terdapat beberapa ketentuan penting yang harus diperhatikan saat mencantumkannya agar penulisan tetap rapi dan sesuai kaidah.

1. Cara dan Contoh Menulis Sumber Gambar dari Internet

Sumber gambar: www.penerbitdeepublish.com

Jika gambar berasal dari sebuah website, terutama dari penyedia gambar gratis seperti Pexels, Shutterstock, Rawpixel, dan sejenisnya, maka sumber harus dicantumkan secara lengkap. Penulisan sumber wajib menyertakan nama platform serta akun atau nama pemilik foto. Contoh penulisannya dapat dilihat berikut ini.

[gambar]

Sumber gambar: http://shutterstock.com / Zero Photos

Ketentuan ini juga berlaku jika gambar berasal dari akun media sosial orang lain, di mana penulisan sumber harus mencantumkan platform media sosial serta nama pemilik foto.

[gambar]

Sumber gambar: instagram.com / Zero Photos

Selain mencantumkan sumber gambar yang berasal dari internet, dalam penulisan tugas atau karya ilmiahmu juga sering menggunakan kutipan dari sumber daring. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara menulis daftar pustaka dari website atau sumber online dengan benar agar tidak terjadi kesalahan penulisan dan tetap sesuai dengan kaidah akademik.

Sebagai informasi tambahan, pada bagian penulisan nama akun atau pemilik karya, sangat disarankan untuk menyertakan hyperlink yang langsung terhubung ke sumber aslinya. Pemberian tautan ini bertujuan sebagai bentuk penghargaan terhadap pemilik karya serta memudahkan pembaca untuk menelusuri sumber tersebut secara langsung.

Bagi yang belum memahami cara membuat hyperlink, prosesnya sebenarnya cukup sederhana. Pertama, salin atau copy alamat URL dari website atau akun yang ingin dicantumkan. Setelah itu, buka dokumen Microsoft Word, pilih menu “Insert”, lalu klik opsi “Hyperlink”. Tempelkan URL yang telah disalin sebelumnya pada kolom yang tersedia. Setelah langkah tersebut dilakukan, teks yang dipilih akan otomatis terhubung dan dapat mengarahkan pembaca langsung ke halaman sumber yang dimaksud.

2. Cara Menulis Sumber Gambar dari Internet yang Lengkap

Setelah melihat berbagai bentuk penulisan sumber gambar dari internet, kamu mungkin bertanya apakah tersedia format penulisan yang lebih lengkap. Jawabannya tentu ada, dan contoh penulisannya dapat diperhatikan berikut ini.

[gambar]

Gambar 1. Struktur Organisasi (Sumber: https://www.duniakampus.id/ )

Itulah penjelasan singkat mengenai cara menuliskan sumber gambar yang diambil dari internet. Meski terlihat sederhana, pemahaman tentang penulisan sumber gambar sangat penting agar karya tulis yang dibuat tetap rapi, etis, dan sesuai dengan kaidah akademik. 

Dengan mengikuti contoh dan aturan yang tepat, diharapkan kamu tidak lagi merasa bingung saat harus mencantumkan sumber gambar dalam laporan, artikel, atau tugas kuliah. Prosesnya pun sebenarnya cukup mudah dan bisa langsung dipraktikkan dalam penulisan sehari-hari.

Selain penulisan sumber gambar, penyusunan daftar pustaka juga sering menjadi bagian yang memakan waktu cukup lama. Banyak penulis merasa kesulitan karena harus menyesuaikan format satu per satu sesuai ketentuan. 

Untuk mengatasi hal tersebut, kamu bisa memanfaatkan fitur daftar pustaka otomatis yang tersedia di aplikasi pengolah kata. Alternatif lainnya, gunakan situs pembuat daftar pustaka otomatis yang dapat membantu menyusun referensi secara cepat dan rapi. Dengan cara ini, penulisan karya ilmiah menjadi lebih efisien dan terstruktur.

BACA ILMU LAIN: Ketentuan Margin untuk Laporan dan Skripsi

Bagikan Artikel Ini