Contoh Surat Rekomendasi Beasiswa LPDP dan Tips Membuatnya

Surat Rekomendasi Beasiswa LPDP

Kamu berminat melanjutkan studi S1, S2, atau S3 di dalam maupun luar negeri? Kalau iya, ada program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang bisa kamu coba. LPDP yang dikelola oleh Kementerian Keuangan ini menyediakan beasiswa untuk studi di dalam maupun luar negeri. Namun, untuk mendapatkannya, kamu harus melewati beberapa tahap seleksi. Harus ada juga dokumen-dokumen pendukung yang perlu kamu siapkan. Salah satunya adalah surat rekomendasi.

Nah, seperti apa sih contoh surat rekomendasi beasiswa LPDP ini? dan bagaimana tips membuatnya? Sebelum mengetahuinya, mari simak terlebih dahulu apa itu surat rekomendasi beasiswa LPDP. 

Apa itu Surat Rekomendasi Beasiswa LPDP?

Surat rekomendasi beasiswa LPDP adalah dokumen yang ditulis oleh orang yang mengenal kamu dengan baik. Surat ini diminta saat kamu mengajukan beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), sebuah lembaga di Indonesia yang menyediakan beasiswa untuk studi di dalam negeri maupun luar negeri.

Surat Rekomendasi beasiswa LPDP dari siapa?

Surat rekomendasi sebaiknya dibuat oleh orang yang benar-benar mengenal kamu dengan baik. Orang tersebut bisa seperti atasan di dosen, manajer tempat kerja, tokoh publik, atau dosen perguruan tinggi.

Jadi, penting untuk memilih orang yang memang tahu betul tentang kemampuan dan prestasi kamu. 

Jangan terpaku pada orang yang dianggap “penting”, karena surat rekomendasi bisa juga ditulis oleh dosen pembimbing skripsi (untuk pelamar LPDP jenjang magister), kepala sekolah (untuk pelamar LPDP S1), ketua jurusan, dekan universitas, rektor, atasan di kantor, atau kepala human resource development (HRD) jika kamu sudah bekerja.

Lantas, apa tujuan membuat surat rekomendasi ini? Mari simak penjelasan berikut ini.

Tujuan Membuat Surat Rekomendasi LPDP

Tujuan dibuatnya surat rekomendasi LPDP ini adalah untuk mendukung aplikasi beasiswa dengan memberikan informasi lengkap tentang kualifikasi, prestasi, potensi, atau bahkan kebutuhan finansial calon penerima beasiswa. Dengan kata lain, surat rekomendasi ini membantu LPDP untuk lebih memahami siapa kamu, apa yang kamu capai, dan mengapa kamu layak mendapatkan beasiswa.

Surat rekomendasi ini juga membantu kamu dilihat sebagai calon penerima beasiswa yang potensial. Dengan informasi yang disajikan di dalamnya, LPDP dapat memutuskan secara lebih baik mengenai bantuan beasiswa yang akan mereka berikan. 

Jadi, tujuannya sebenarnya sangat penting yaitu memberikan gambaran lengkap tentang siapa kamu dan mengapa kamu pantas mendapatkan bantuan pendidikan ini.  Nah, itu tadi tujuan membuat surat rekomendasi, sekarang mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana tips membuat surat rekomendasi. Yuk, simak tips-tipsnya.

Tips Membuat Surat Rekomendasi LPDP

Berikut adalah beberapa tips membuat surat rekomendasi LPDP:

1. Mengecek buku panduan LPDP

Langkah pertama yang sangat penting adalah mengunduh dan mengecek buku panduan pendaftaran beasiswa LPDP yang paling baru. Dalam buku panduan ini, kamu akan menemukan contoh format surat rekomendasi yang bisa kamu ikuti sebagai pedoman. Penting untuk diingat bahwa format surat rekomendasi sering berubah setiap tahun, jadi pastikan untuk memeriksa format yang paling baru dan sesuai.

2. Memilih pemberi rekomendasi dengan cermat

Saat memilih pemberi surat rekomendasi, kamu perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting. Pertama, perhatikan status kelulusanmu. Jika fresh graduate, minta surat rekomendasi dari dosen, karena hubunganmu masih erat. Namun, jika kamu telah lulus beberapa tahun yang lalu, kamu bisa meminta tanda tangan dari dosen pembimbing akademik (DPA), dosen pembimbing skripsi (DPS), atau dosen lain yang lebih dekat denganmu.

Selain itu, penting juga untuk memastikan keterkaitan antara bidang studi yang akan kamu ambil dengan pekerjaanmu saat ini. Jika bidang studi tersebut relevan dengan pekerjaanmu, kamu bisa mendekati atasan atau kepala SDM tempat kerjamu. Pastikan mereka mengerti bagaimana kontribusi pendidikanmu akan mendukung perusahaan.

Jika kamu lebih aktif di bidang sosial dan ingin mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat di sekitarmu, pastikan kamu memperkenalkan peran dan kontribusimu dalam proyek sosial dengan jelas. Ajukan permohonanmu dengan sopan melalui email atau personal chat, dan pastikan mengirimkannya pada waktu yang tepat.

3. Menggunakan gaya bahasa formal

Surat rekomendasi harus ditulis dengan gaya bahasa formal. Meskipun bahasa Inggris umumnya digunakan untuk program studi di luar negeri, untuk studi di dalam negeri, bahasa Indonesia formal lebih disarankan.

Deskripsi Rekomendasi Beasiswa LPDP 

Dalam surat rekomendasi beasiswa LPDP, terdapat bagian yang disediakan untuk deskripsi. Di bagian ini, pemberi rekomendasi akan memberikan penilaian mengenai prestasi akademikmu, karaktermu di masyarakat, dan hal-hal lainnya yang membuatmu layak mendapatkan beasiswa LPDP.

Berikut adalah contoh deskripsi surat rekomendasi beasiswa LPDP:

“Sekitar 6 tahun yang lalu, pelamar [nama pelamar] menyelesaikan studi di Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin di mana saya mengajar sebagai dosen sejak tahun 1983. Pelamar adalah salah satu mahasiswa terbaik saya. [Nama pelamar] hampir mengikuti seluruh mata kuliah yang saya ajarkan, khususnya mata kuliah elektronika, system kendali/control dan system linier. Dari catatan saya, yang bersangkutan selalu mendapatkan hasil/nilai yang cukup baik untuk semua jenis tes/ujian dari setiap mata kuliah dan mendapatkan IPK 3.50 (Skala 4.00). Yang bersangkutan juga merupakan salah satu mahasiswa yang aktif dalam bidang robotika dan mewakili UNHAS untuk berkompetisi pada Lomba Robot Indonesia dan Lomba Robot Cerdas Indonesia pada tahun 2005 dan 2008”.

Nah, itu tadi contoh deskripsi surat rekomendasi beasiswa LPDP.  Sekarang, mari lihat contoh format surat rekomendasi yang sudah ditentukan oleh pihak LPDP berikut ini.

Baca juga: Keuntungan Beasiswa LPDP

Contoh Surat Rekomendasi Beasiswa LPDP 

Dikutip dari laman resmi LPDP, ada dua cara untuk mengirimkan surat rekomendasi, yaitu online dan offline. Untuk rekomendasi online, perekomendasi perlu mengisi data mereka melalui aplikasi pendaftaran. Informasi yang dibutuhkan meliputi nama, instansi, jabatan, email, dan nomor handphone. LPDP kemudian akan mengirim email kepada perekomendasi untuk mengisi formulir yang harus dikirimkan kembali kepada LPDP.

Sementara itu, jika kamu memilih metode offline, kamu bisa menggunakan contoh surat rekomendasi LPDP berikut:

SURAT REKOMENDASI MENDAFTAR BEASISWA LPDP

Yang bertanda tangan di bawah ini 

Nama : _____________________

NIP : _____________________

Pangkat/Gol : _____________________

Jabatan : _____________________

Instansi : _____________________

Alamat Lembaga : ______________________

No Telp/Handphone : _____________________

E-mail : _____________________

Memberi rekomendasi kepada:

Nama : _____________________

Jabatan : _____________________

Instansi : _____________________

Alamat : _____________________

Deskripsi Rekomendasi:

____________________________________________________ ________________________________________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________________________________________ 

Demikian surat rekomendasi ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

…, ………………………..

(Perekomendasi)

(__________________________)

Kesimpulan

Gimana? sudah tahu kan contoh surat rekomendasi beasiswa LPDP yang benar itu seperti apa. Dengan membuat surat rekomendasi dengan benar, pihak LPDP dapat memahami profil dan pencapaian kamu  secara lebih baik, sehingga peluang kamu untuk mendapatkan beasiswa LPDP akan meningkat. 

Pastikan untuk menonjolkan prestasi dan potensi kamu dalam surat rekomendasi tersebut, ya.

Baca juga artikel lain tentang “Topik Beasiswa” untuk info tambahan. Good luck!

Baca juga: