Cara Chat Dosen Untuk Konsultasi KRS yang Sopan dan Dibalas

Chat Dosen Untuk Konsultasi KRS

Cara chat dosen untuk konsultasi KRS wajib kamu lakukan. Apalagi jika kamu ngaku mahasiswa baru (maba). Biasanya untuk pengisian KRS yang pertamakalinya, seorang Maba sering mengalami kesulitan, tidak percaya diri dan takut salah. 

Sementara saat mengisi KRS secara online maupun offline tidak selalu bisa bertemu dengan pembimbing akademik. Ketika hal yang terjadi, maka mau tidak mau kita harus mengirim chat. Berbicara tentang chat, ada etika yang harus kamu jaga baik-baik loh dengan Pembimbing akademik.

Untuk mengetahui lebih lanjut, baca artikel ini sampai selesai ya.

1. Pastikan Sudah Melihat Mata Kuliah Yang Ditawarkan

Cara chat dosen untuk konsultasi KRS yang pertama, kamu harus memastikan terlebih dahulu, jika mata kuliah yang ditawarkan sudah kamu lihat. Kamu amati satu persatu. Termasuk jenis mata kuliah, jam mata kuliah diselenggarakan dan dosen pembimbing. 

Jangan sampai kamu bertanya dan konsultasi dengan dosen pembimbing tentang KRS, tetapi kamu tidak mencermati betul daftar pilihan KRS tersebut. Minimal kamu sudah melakukan screening daftar mata kuliah agar tidak terlalu kosong. 

Ketika melihat mata kuliah dengan baik, maka kamu akan mendapatkan pertanyaan dan masalah yang munculnya dari kebingungan dan ketidakpahaman dari diri kamu. Nah, itulah yang ditanyakan. Biasanya masalah yang muncul dari dalam diri kamu sifat pertanyaan tidak terlalu kosong seperti bocah kosong. 

2. Pastikan Sudah Memiliki Daftar Mata Kuliah Yang Akan Diambil

Penting juga nih buat kamu untuk memastikan jika kamu sudah memiliki daftar mata kuliah yang diambil. Karena masih semester awal, pilihlah mata kuliah wajib-wajib terlebih dahulu. Cara ini akan meringankan kamu di semester-semester yang akan datang.

Jika mata kuliah wajib sudah semua diambil sesuai aturan standar, maka kamu bisa memilih mata kuliah pilihan. Sebagai mata kuliah pilihan, maka sifatnya bebas. Kamu dibebaskan memilih. Namun di sarankan mata kuliah pilihan di pilih di semester dua tiga atau di semester lain.

Jika kamu bingung dan muncul pertanyaan tentang mata kuliah wajib, kamu bisa buat daftar list pertanyaan sendiri. Kemudian daftar pilihan tersebut bisa kamu konsultasikan ke dosen akademik. Apakah sudah benar atau ada yang perlu di ganti. 

3. Dahului Chat Dengan Salam Dan Perkenalan Diri

Masuk bagian terpenting. Pastikan saat kamu akan chat dengan dosen, kamu harus mengutamakan etika dan sopan santun. Kasus yang terjadi pada generasi millennial akhir-akhir ini adalah, moral, sopan santun kepada guru kurang diperhatikan. Sehingga memunculkan keprihatinan dan rasa tidak nyaman.

Apalagi generasi dosen kita adalah generasi yang sangat menjunjung tinggi budaya Indonesia yang sangat menjunjung sopan dan santun. Nah, sebagai warga Indonesia, kita anak muda pun sudah sepantasnya juga memegang erat budaya ini, karena budaya ini adalah pembeda sikap antara kita dengan negara-negara yang lain. 

Lalu bagaimana etika mengirim chat kepada dosen untuk konsultasi? Cukup mudah kok, kamu pun pasti bisa melakukannya. Yaitu dengan mengawalinya dengan salam dan memperkenalkan diri. Memperkenalkan diri ini penting, karena membantu dosen pembimbing mengetahui yang sedang bertanya mahasiswa jurusan dan Angkatan berapa. 

4. Tulisan Pesan Ingin Konsultasi KRS Ke Dosen DPA

Setelah menuliskan salam dan perkenalan singkat. Barulah kamu menuliskan maksud dan tujuan. Nah, di sini kamu juga harus bisa membaca situasi dan kondisi dosen. Ada tipe dosen pembimbing yang karakternya santai. Lebih nyaman Ketika mahasiswa menanyakan lewat chat. Ada pula tipe dosen pembimbing yang lebih suka konsultasi secara langsung, karena bisa leluasa saat menjelaskan karena tipenya malas mengetik chat. Nah, di sini kamu harus bisa membaca karakter.

Jika ternyata dosen pembimbing kamu tipe orang yang sangat disiplin dan berwibawa tingkat atas. Maka kamu bisa mengirimkan pesan yang isinya meminta izin bertanya apakah ada waktu untuk konsultasi tentang KRS. 

5. Minta Jadwal Ke DPA Kapan Bisa Konsultasi

Jadi isi pesan yang kamu kirimkan ke dosen pembimbing KRS untuk meminta jadwal. Atau kamu bisa dengan cara meminta jadwal ke DPA kapan bisa konsultasi. Salah satu kelebihan konsultasi secara langsung adalah, kamu bisa bertanya banyak – tentu saja pertanyaan yang berbobot ya, jangan bertanya pertanyaan receh ataupun bercanda.

Ketika konsultasi secara langsung juga akan dijelaskan lebih Panjang dan lebar. Sehingga rasanya lebih eksplore. Kita bisa merasa paham dan mendapatkan informasi yang lengkap. Meskipun dari segi efisiensi waktu, kita harus mengalokasikan waktu di lain hari, sesuai dosen luang. 

6. Tutup Dengan Terima Kasih

Ketika dirasa sudah selesai urusan chatnya. Jangan lupa untuk mengakhiri chat dengan dosen pembimbing dengan ucapan permintaan maaf, karena sudah menyita waktu beliau. Karena kita tidak tahu apa yang sedang dosen kerjakan. Bisa jadi saat mengirim pesan, beliau sedang rapat, berkumpul dengan keluarga dan segala macam kemungkinan lain. 

Jangan lupa di akhir permintaan maaf, di sertai ucapan terimakasih. Dimana ucapan terimakasih ini bentuk keberlimpahan, karena hajad (keinginan) yang kita smapaikan sudah direspons atau dijawab. Alasan lain, memang sudah sepantasnya seorang murid harus bersikap sopan seperti demikian kepada gurunya.

7. Kirim Chat Ketika Jam Kerja

Etika chat dengan dosen pembimbing yang wajib di garis bawahi adalah, kirim chat Ketika jam kerja. Hindari kirim pesan Ketika libur, atau jam-jam malam. Waktu jam malam adalah waktu beliau beristirahat, kumpul dengan keluarga dan orang terkasih mereka. Mungkin ini terlihat sangat sepele, namun ini bisa menjadi masalah yang sangat vital. 

Karena beberapa tahun yang lalu pernah terjadi. Dimana sikap dan etika demikian dianggap tidak sopan. Sementara bagi kawula muda, melakukan chat malam hari adalah hal biasa. Namun yang perlu di stabilo warna adalah, kita sedang chat dengan dosen, yang dari kedudukan ilmu, usia dan pengalaman jauh lebih berpengalaman dengan kita. 

Maka sudah sepantasnya kita pun memperlakukan dengan hormat. Jangan sama ratakan seperti teman sebaya. Tentu saja ajaran tata krama dosen biasanya lebih tua. Sementara tatakrama versi anak muda banyak yang luput. Sehingga terjadi perbedaan sudut pandang.

Artikel lainnya yang sebaiknya kamu baca.

Baca juga: