Kriteria Mahasiswa Drop Out Kuliah dan Tips Supaya Tidak DO

Kriteria mahasiswa di DO

Siapa sih yang punya cita-cita drop out kuliah? Sebagai mahasiswa, tentu tidak ada yang menginginkannya kan. Akan tetapi, sebagai mahasiswa juga harus tau kriteria mahasiswa bisa di dropout itu seperti apa saja.

Oleh karena itu, penting banget nih buat kamu menghindari beberapa penyebabnya. Kamu pun juga perlu melakukan beberapa tips agar jangan sampai kena do. Kamu pasti penasaran, apa saja tips, penyebabnya? Simak ulasan lengkapnya di sini ya. 

Apa Itu Drop Out Kuliah

Drop out kuliah lebih dikenal dengan istilah DO. Jadi, Drop Out kuliah adalah sebuah kondisi yang dialami mahasiswa keluar dari pendidikan di perguruan tinggi. Segala bentuk aktivitas pendidikan dan program yang dijalankan harus terhenti sebelum mahasiswa tersebut dinyatakan lulus atau sebelum menyelesaikan program studi yang diambil.

Drop out kuliah ternyata tidak sekedar karena harapan si mahasiswa. Tetapi bisa juga karena mahasiswa tersebut tidak bisa memenuhi ketentuan masa studi yang ditentukan. Terkait aturan mahasiswa DO setiap masing-masing perguruan tinggi memiliki aturannya masing-masing. Jadi, antara Perguruan satudengan perguruan tinggi yang lain belum tentu sama ya.

Kriteria dan Penyebab Mahasiswa Drop Out

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, apabila seorang mahasiswa tidak mampu menyelesaikan kuliah pada batas waktu maksimal, maka mahasiswa tersebut akan putus kuliah. Secara spesifik, berikut kriteria mahasiswa yang rawan akan di DO

1. Melebihi batas perkuliahan yang ditetapkan di kampus 

Jika kamu kuliah di jenjang S1, maka maksimal yang akan ditempuh selama 12 semester. Dalam satu semester ada 6 bulan. Maka jika mengambil 12 semester waktunya hanya 6 tahun.

Sementara itu, jika mengambil jenjang D3, maksimal dapat ditempuh selama 9 semester, selama 4,5. Tahun. Jika melebihi waktu yang ditentukan, maka akan kena Drop Out. Namun yang perlu digarisbawahi, masing-masing perguruan tinggi memiliki aturan yang berbeda-beda.

2. Lulus mata kuliah wajib

Saat kuliah, setiap mahasiswa memiliki mata kuliah wajib. Dimana mata kuliah wajib ini wajib lulus sesuai batas waktu yang ditentukan.

Nah, disinilah kamu harus mengumpulkan SKS yang disyaratkan. Jika semua SKS sudah memenuhi kriteria, kamu pun wajib menyelesaikan tugas akhir seperti skripsi atau pengganti skripsi – kamu bisa lihat aturan dari masing-masing perguruan tinggi. 

3. Tidak lolos Evaluasi 

Selama kuliah, setiap dua semester akan dilakukan evaluasi. Nah, hasil evaluasi ini ternyata sangat mempengaruhi kelak akankah bisa di DO atau tidak loh. Jadi selama proses evaluasi, kamu harus bersungguh-sungguh.

Adapun ketentuan umum di semester ke 2 IPK < 2.00 dari 24 SKS terbaik. Semester ke 4 IPK < dari 2.000 dari 48 SKS terbaik dan semester 8 IPK < 2.00 dari 96 SKS terbaik. Apabila IPK kamu seperti di atas setiap semesternya, maka masuk dalam kriteria berpeluang di DO (standar IPK tersebut sangat mungkin berbeda dengan kampus kamu, karena aturan setiap perguruan tinggi berbeda-beda).

4. Ketahuan Curang

Kriteria akan di DO yang kedua adalah, kamu ketahuan melakukan kecurangan ataupun melakukan manipulasi. Misalnya, memanipulasi nilai, menjiplak karya ilmiah/skripsi dari orang lain, dan masih banyak pelanggaran-pelanggaran lain.

Seperti berita yang belum lama ini, seorang mahasiswa yang ketahuan melakukan pencabulan, akhirnya di Drop Out juga. 

5. Administratif Bermasalah 

Tidak hanya bermasalah dalam hal nilai ujian dan perilaku yang baik saja yang menyebabkan mahasiswa di DO. Salah satunya masalah administratif yang tidak terpenuhi juga akan menimbulkan masalah. Misalnya, ketika kita tidak melakukan daftar ulang selama dua semester berturut-turut, maka bisa menyebabkan si mahasiswa di DO. 

Ada pula kasus lain, terkait cuti yang tidak sesuai aturan yang dibuat kampus juga sangat mungkin untuk di DO juga loh. Pertanyaannya adalah, bagaimana jika memang tidak ada uang untuk daftar ulang? Kamu bisa konfirmasi dosen pembimbing ataupun pihak kampus kok, biasanya akan dicarikan solusi buat kamu. 

6. Kriminal

Criminal juga menjadi salah satu kriteria mahasiswa mendapatkan drop out. Dari sini menunjukan bahwa seorang mahasiswa harus menjaga sikap dan perilaku. Tentu saja kamu tidak ingin perjuangan kuliah harus usai hanya karena emosi sesaat yang sampai menimbulkan kriminalitas. 

Data Mahasiswa DO Di Indonesia

Berbicara tentang data mahasiswa DO di Indonesia memang terbilang banyak. Dari laporan Kemendikbud 2021 menunjukan bahwa di tahun 2020 setidaknya ada 601.333 mahasiswa yang Drop Out. Jika dilihat secara spesifik dalam bentuk gambar, dapat dilihat seperti di bawah.

Data drop out kuliah di Indonesia

Sumber data: Kemendikbud (2021)

Meskipun data tersebut menunjukan angka yang lumayan banyak, namun seiring berjalan waktu jumlah mahasiswa yang DO mengalami penurunan. Semoga kamu bukan salah satu mahasiswa yang menyumbang angka dropout ya. 

Tips Supaya Tidak Terkena DO Kuliah

Siapa sih yang ingin di DO. Pastinya kamu tidak ingin bukan? Nah, berikut ada beberapa tips supaya tidak terkena Drop Out selama kuliah.

1. Pahami Tujuan kuliah Kamu

Tips pertama, pastikan kamu tahu apa tujuan kamu kuliah. Hal ini penting, karena rata-rata yang tidak semangat segera menyelesaikan kuliah karena mereka bingung, dan tidak tahu tujuan hidupnya. Sehingga menjalankan kuliah asal-asalan. Padahal sampai bisa menyelesaikan kuliah, dibutuhkan semangat dan konsistensi. 

2. Menguasai Penawaran Program Kuliah 

Sekuat apapun kamu kuliah, jika tidak mengenali dengan baik penawaran program kuliah, akan sia-sia. Kamu perlu membaca sedetail mungkin agar tidak ada miss komunikasi.

Ternyata, ada beberapa pengalaman seorang mahasiswa yang di DO hanya tidak lulus satu mata kuliah wajib, akibat kelalaian dan tidak jeli saat memperhatikan aturan dari pihak perguruan tinggi. 

3. Bangun Motivasi Internal

Penting banget nih kamu membangun motivasi internal. Dimana motivasi internal tidak mudah dipengaruhi oleh pihak lain. Lain cerita jika motivasi yang kamu bangun karena faktor eksternal. Misalnya ingin kuliah karena agar mendapatkan gelar saja. Maka motivasi ini mudah sekali berubah. 

4. Memperhatikan Jumlah SKS Minimal 

Tips yang tidak kalah penting, pastikan jumlah SKS yang kamu ambil sudah benar. Pastikan minimal SKS untuk lulus. Jangan sampai sks wajib yang tercecer, untuk meminimalisir DO. 

5. Manajemen Waktu

Mengingat menjadi mahasiswa itu tidak sekedar belajar dan ujian, terkadang kendala seorang mahasiswa masalah waktu. Terutama buat kamu yang aktif ikut organisasi, kerja part time ataupun memiliki kegiatan lain. Maka kamu wajib manajemen waktu kapan waktunya kuliah, belajar, bekerja/aktivitas organisasi dan kapan waktunya mengerjakan tugas-tugas kampus.

Itulah beberapa tips supaya tidak terkena Drop Out kuliah yang bisa kamu coba. Memang awalnya sulit, namun jika sudah menjadi sebuah kebiasaan, semuanya akan berjalan dengan mudah. 

Apakah Mahasiswa Drop Out Bisa Kuliah Lagi?

Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang terlanjur sudah Drop out? Apakah masih bisa melanjutkan kuliah? Ini adalah pertanyaan klise yang sering ditanyakan. Jawabannya, masih bisa melanjutkan kuliah dengan cara transfer kredit. Tentu saja sesuai dengan syarat program studi yang diambil masih linear. 

Jadi buat kamu masih ada peluang dan harapan menyelesaikan kuliah. Semoga sedikit ulasan tentang drop out kuliah ini memberikan wawasan dan manfaat.

Baca juga artikel pendukung lainnya ini supaya kamu tidak sampai mengalami masalah di perkuliahan.

Penulis: Iruekkawa Elisa

Baca juga: