Peran Mahasiswa Sebagai Social Control dan Contoh Nyata

mahasiswa sebagai social control

Pernahkah kamu berpartisipasi dalam aksi demonstrasi bersama masyarakat. Pastinya, bagi para aktivis hal tersebut sudah tidak asing lagi. Peran mahasiswa sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya sebagai social control.

Apa sih social control itu? dan seperti apa kontribusi mahasiswa dalam menjalankan peran tersebut?

Oh iya, sebelumnya Midun sudah bahas beberapa peran mahasiswa lho, boleh banget dibaca sebelum baca artikel ini secara komplit.

Apa maksud dari peran mahasiswa sebagai social control itu?

Mahasiswa berperan penting sebagai social control. Mahasiswa mempunyai hak untuk mengontrol hal-hal yang bertentangan dengan keadilan di masyarakat.

Perubahan, merupakan salah satu tindakan yang didambakan untuk membawa kemajuan bangsa, dan mahasiswa dituntut untuk memulai perubahan tersebut. Merubah iklim hedonisme di kampus menjadi iklim yang penuh intelektualitas dan progresifitas.

Oleh sebab itu, ada berbagai cara yang dilakukan mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Hal ini harus didukung dengan kemampuan dan intelektual tinggi yang dimiliki mahasiswa.

Mahasiswa seharusnya mengimplementasikan kemampuannya agar dapat memberikan pengaruh positif bagi kampus dan lingkungan sekitarnya. Mahasiswa bisa menggunakan kampus sebagai tempat belajar sekaligus praktek birokrasi yang positif melalui organisasi-organisasi yang ada sehingga mahasiswa tidak menjadi vakum dan pasif.

Dalam hal ini mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mendapatkan keadilan bahkan melakukan perlawanan terhadap birokrasi. Tindakan ini harus didasari dengan idealisme yang tinggi. Mahasiswa tidak boleh tergoda dengan iming-iming upah, uang, atau mencampurkan kepentingan politik untuk menyuarakan suara rakyat.

Ketika mahasiswa memasuki dunia ini, banyak sarana dan fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk belajar asalkan tidak buta dan tuli dengan keadaan sekitarnya. 

Di kelas. mahasiswa dengan mudah mengusung berbagai ilmu dan teori untuk menambah jiwa intelektualnya sedangkan di luar kelas ada kegiatan ekstra maupun intra kampus seperti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) dan SMJ (Senat Mahasiswa Jurusan) di bawah naungan DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa).

Mahasiswa bisa berbaur dalam berbagai organisasi untuk menambah kemampuan intelektualnya. Jika mahasiswa mampu mempropagandakan prestasi akademik dan skill maka akan menjadi mahasiswa sesungguhnya yang bisa membawa perubahan bagi dirinya, masyarakat dan negara.

Mahasiswa sebagai social control, harus selalu mengawal kebijakan pemerintah dan memberikan masukan melalui mekanisme “public participation‟. 

Ada channel dimana mahasiswa bisa menyampaikan aspirasinya seperti dalam pembentukan peraturan perundang-undangan, pemilihan wakil rakyat dan pemimpin pemerintahan.

Tahukah kamu, kepedulian tersebut, tidak hanya dalam bentuk demo loh? Namun, bisa juga melalui pemikiran, diskusi, bantuan moril dan materil yang diberikan kepada masyarakat.

Apa manfaat mahasiswa sebagai social control dalam kehidupan masyarakat?

Jika mahasiswa bisa menjalankan perannya sebagai social control dengan baik, maka akan memberikan berbagai manfaat dalam kehidupan masyarakat, antara lain:

1. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat 

Kehadiran mahasiswa sebagai control social bisa membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Dengan melakukan pengawasan terhadap tindakan yang merugikan dan melanggar hukum, mahasiswa bisa membantu masyarakat untuk hidup aman dan nyaman.

Selain itu, mahasiswa juga bisa membantu masyarakat untuk menegakkan hak asasi manusia dan lingkungan hidup, sehingga kualitas hidup masyarakat lebih meningkat. 

2. Mendorong perubahan sosial yang positif dalam kehidupan  masyarakat

Mahasiswa sebagai control social berperan penting dalam mendorong perubahan sosial ke arah positif. Mahasiswa membantu masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam menghadapi masalah yang kompleks.

Mahasiswa juga mengembangkan dan memperjuangkan nilai sosial yang positif dan membantu masyarakat mempromosikan perilaku yang sesuai dengan norma sosial.

3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan 

Mahasiswa membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, memahami masalah sosial yang kompleks, membantu masyarakat mengembangkan keterampilan, dan kemampuan untuk mengambil keputusan dengan tepat.

Selain itu, mahasiswa membantu masyarakat berpartisipasi aktif pada proses pembuatan kebijakan. 

4. Meningkatkan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat

Mahasiswa sebagai control social membantu meningkatkan keadilan sosial dalam masyarakat, membantu masyarakat untuk menegakkan aturan dan menjaga keadilan sosial.

Selain itu, mahasiswa juga membantu masyarakat memperjuangkan hak-hak mereka, memahami bahwa setiap individu mempunyai hak yang sama dalam masyarakat. 

Apa contoh kontribusi mahasiswa sebagai social control?

Demonstrasi terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sering menjadi sorotan di masyarakat. Peran mahasiswa sebagai sosial control sangat penting untuk menjaga kelancaran dan efektivitas perjuangan dalam menyuarakan aspirasi terkait isu BBM tersebut.

Mahasiswa sebagai sosial control berperan dalam menjaga ketertiban dan menghindari tindakan anarkis atau kekerasan dalam demonstrasi. Mahasiswa harus bisa mengontrol emosi dan mengelola konflik yang muncul ketika situasi memanas. Mahasiswa harus bisa menjunjung tinggi prinsip non-kekerasan dan berusaha menyelesaikan perbedaan pendapat melalui dialog yang konstruktif.

Selain itu, mahasiswa juga berperan dalam memastikan bahwa pesan yang disampaikan dalam demonstrasi tetap fokus pada isu kenaikan BBM. Mahasiswa berperan sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah.

Mahasiswa sebagai sosial control bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama demonstrasi berlangsung. Mahasiswa bisa membantu dalam mengorganisir proses demonstrasi, memfasilitasi kelancaran massa, dan menjaga agar tidak terjadi tindakan provokatif yang bisa merusak tujuan perjuangan. 

Tindakan ini bisa memberikan contoh yang baik kepada peserta demonstrasi dan masyarakat lainnya.

Mahasiswa berperan penting sebagai social control dalam masyarakat. Mahasiswa harus mempunyai kepedulian sosial yang tinggi, kritis terhadap kebijakan pemerintah, dan membela masyarakat. Mahasiswa juga harus berperan aktif dalam masyarakat dan berpikir kritis terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

Baca juga: