Kuliah Reguler dan Kuliah Non Reguler: Kelebihan dan Kekurangan

Kuliah reguler dan non reguler

Apakah kamu tahu dengan istilah kuliah reguler dan kuliah non reguler? Yaps, perkuliahan yang diadakan di kampus ternyata tidak hanya satu jenis saja.

Bagi kamu yang akan masuk kuliah pada tahun ini, atau masih bingung karena memiliki kesibukan lain dan ingin tetap kuliah, boleh banget, untuk mencari informasi tentang dua jenis kuliah ini.

Simak ulasan tentang kuliah reguler dan kuliah non reguler dari Duniakampus.id ini hingga akhir ya.

Apa Itu Kuliah Reguler?

Dikutip dari laman eduNitas, pengertian dari kuliah reguler menurut Riset Dikti adalah program pendidikan reguler yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi negeri maupun swasta yang sudah memperoleh izin penyelenggara dari pemerintah dan bisa diikuti oleh setiap peserta didik atau mahasiswa. 

Kuliah reguler ini juga dikenal sebagai program reguler. Kuliah ini juga merupakan program yang paling umum diikuti oleh setiap orang, khususnya tamatan SMA atau SMK untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Program kuliah reguler biasanya diselenggarakan selama lima hari, Senin hingga Jumat setiap minggunya. Waktu perkuliahan juga diatur sesuai dengan kelas yang diambil, mulai dari pagi hingga sore hari.

Proses pembelajaran dalam kuliah ini juga sistematis. Pada semester awal, para mahasiswa biasanya mendapatkan materi-materi dasar dan akan terus meningkat pada semester-semester selanjutnya.

Tingkat pendidikan yang bisa kamu ambil ketika mengikuti program ini juga beragam, mulai dari diploma hingga saraja. Waktu yang diperlukan untuk menamatkan kuliah reguler juga beragam sesuai dengan tingkatan yang kamu ikuti.

Contoh Kuliah Reguler yang Ada di Indonesia

Pada umumnya, setiap perguruan tinggi, baik universitas, sekolah tinggi, atau politeknik selalu menyediakan program kelas reguler di kampusnya. 

Beberapa kampus ternama di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung selalu membuka kuliah reguler ini setiap tahunnya dengan berbagai macam jurusan yang berbeda.

Bagi yang ingin melanjutkan pendidikan dengan program ini, khususnya di kampus negeri, kamu bisa mengikuti proses seleksi yang diadakan oleh pemerintah maupun kampus terkait setiap tahunnya.

Terdapat dua macam jalur masuk yang diadakan oleh pemerintah yang bisa kamu ikuti, yaitu Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).

Selain itu, kamu juga bisa mengikuti tes mandiri yang diadakan oleh kampus negeri setiap tahunnya.

Apa Itu Kuliah Non Reguler?

Kuliah non reguler adalah program kuliah yang diadakan oleh perguruan tinggi negeri dan swasta yang diselenggarakan dalam waktu fleksibel. 

Biasanya kuliah non reguler juga dikenal dengan sebutan kelas karyawan, karena kebanyakan peserta dari program ini berasal dari kalangan pekerja.

Oleh sebab itu, kuliah non reguler biasanya digelar di waktu yang fleksibel, seperti di sore atau malam hari. Bahkan, kuliah non reguler terkadang juga digelar pada akhir pekan ketika hari libur kerja.

Proses pembelajaran para program ini biasanya cenderung lebih singkat dan santai jika dibandingkan dengan kuliah reguler. Kuliah yang diajarkan juga berupa materi dasar saja karena waktu perkuliahan yang cenderung singkat.

Contoh Kuliah Non Reguler di Indonesia

Pada saat ini, kamu bisa menemukan program non reguler ini hampir di setiap kampus yang ada di Indonesia. Beberapa contoh kampus yang menyediakan kelas non reguler bagi peserta didik di antaranya Universitas Bina Nusantara, Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, dan Universitas Terbuka.

Jalur masuk program ini juga berbeda dengan kuliah reguler. Berbeda dengan kelas reguler, tidak ada jalur pendaftaran yang khusus diadakan oleh pemerintah ketika mendaftar program ini. 

Proses pendaftaran kuliah non reguler biasanya terpisah dengan kuliah reguler dan diatur tergantung dengan kebijakan masing-masing kampus.

Persyaratan ketika mengikuti program ini juga sedikit berbeda jika dibandingkan dengan mendaftar kelas reguler. Ketika mendaftar di kelas non reguler, kamu perlu menyiapkan surat referensi dari tempatmu bekerja untuk mengikuti program ini.

BACA JUGA: Pertanyaan Saat Wawancara Kuliah

Perbedaan Kuliah Reguler dan Kuliah Non Reguler

Setelah mengulas tentang kuliah reguler dan kuliah non reguler, selanjutnya kamu bisa mengetahui perbedaan dari kedua program tersebut. Terdapat beberapa perbedaan pada masing-masing program tersebut.

Perbedaan pertama bisa dilihat dari proses masuk kedua program ini. Selain itu, persyaratan masuk untuk kedua program ini juga berbeda, seperti surat referensi dari tempat kerja yang dibutuhkan ketika mendaftar di kuliah non reguler, tetapi tidak perlu dicantumkan untuk kuliah reguler.

Waktu kuliah dari kedua program ini juga berbeda. Jika kuliah reguler biasanya diadakan dari pagi hingga sore hari selama lima hari dalam seminggu, kuliah non reguler digelar lebih fleksibel, seperti pada sore, malam, atau akhir pekan ketika hari libur.

Perbedaan terakhir dari kedua program ini adalah peserta didik yang mengikuti kelas tersebut. Kuliah reguler biasanya diikuti oleh lulusan SMA atau SMK yang langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sementara itu, kuliah non reguler kebanyakan diikuti para karyawan atau orang yang sudah bekerja. 

Kelebihan dan Kekurangan Kuliah Reguler

Program kuliah reguler memberikan beberapa kelebihan yang bisa kamu dapatkan, seperti biaya yang lebih murah, pendalaman materi yang lebih baik, dan lingkungan yang kondusif karena setiap mahasiswa memang fokus untuk mengikuti kelas di kampus.

Meskipun demikian, terdapat beberapa kekurangan yang mungkin kamu rasakan ketika mengikuti program ini, seperti pembelajaran yang didominasi oleh teori dan kurangnya praktek tentang kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Kelebihan dan Kekurangan Kuliah Non Reguler

Sama seperti kuliah reguler, kamu juga bisa mendapatkan manfaat ketika mengikuti kelas non reguler. Beberapa kelebihan dari program ini adalah sistem kuliah yang disusun sesuai dengan kebutuhan kerja, waktu kuliah yang lebih fleksibel, memperluas koneksi dengan para pekerja lainnya, kemudahan dari segi akademik, dan bisa menjalani perkuliahan sembari bekerja.

Di sisi lain, kekurangan dari kuliah non reguler di antaranya biaya kuliah yang lebih mahal dibandingkan kuliah reguler, pembahasan teori yang tidak terlalu mendalam, pendalaman materi yang harus di luar kampus, dan waktu libur yang berkurang karena harus mengikuti perkuliahan.

Mana yang Cocok?

Sebenarnya tidak ada yang lebih unggul antara kuliah reguler maupun kuliah non reguler. Kamu hanya perlu menyesuaikan program mana yang dirasa cocok dengan kondisimu.

Jika kamu baru saja lulus SMA atau SMK dan tidak bekerja, maka program kuliah reguler mungkin akan lebih cocok untukmu.

Begitu pun, sebaliknya jika kamu seorang karyawan atau pekerja, maka bisa memanfaatkan program kuliah non reguler untuk menambah ilmu atau memperbaiki posisi di dunia kerja nantinya.

Jadi kamu bisa memilih program kuliah mana yang dirasa sesuai dengan kebutuhanmu pada saat ini.
Itulah beberapa informasi yang mungkin kamu butuhkan dari program kuliah reguler dan kuliah non reguler. Dapatkan informasi lainnya seputar kehidupan perkuliahan dengan membaca tulisan-tulisan yang ada di dalam Duniakampus.id ya.

Artikel terkait lainnya.

Baca juga: