Life Mapping Mahasiswa dan Cara Membuat (Panduan)

Life mapping untuk mahasiswa kuliah

Sebagai mahasiswa, kamu pasti memiliki banyak tujuan yang ingin dicapai, baik dalam bidang akademik, non-akademik, maupun personal. Untuk mencapai tujuan tersebut, kamu perlu membuat perencanaan yang matang, salah satunya dengan membuat life mapping mahasiswa.

Selain itu, sebagai mahasiswa baru biasanya juga diberikan tugas untuk membuat life mapping mahasiswa selama sebagai mahasiswa. Tujuan utamanya, supaya mahasiswa punya bayangan ingin melakukan apa saja selama kuliah dan menjadi mahasiswa.

Lantas, apa itu life mapping mahasiswa secara detail? Terus, bagaimana cara membuat life mapping yang benar dan tidak hanya sebagai tugas kuliah bagi mahasiswa baru saja tetapi juga bisa dijalani dan memberikan dampak positif yang jelas dan terukur.

Oke, langsung saja perhatikan mengenai pengertian life mapping mahasiswa berikut.

Apa itu Life Mapping Mahasiswa?

Secara umum, life mapping mahasiswa merupakan perencanaan tujuan yang ingin dicapai selama masa studi di perguruan tinggi. Perencanaan ini mencakup tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang.

Tujuan jangka pendek adalah tujuan yang ingin dicapai dalam waktu satu tahun atau kurang. Contoh tujuan jangka pendek dalam life mapping mahasiswa adalah lulus tepat waktu dengan IPK minimal 3,5, mengikuti kegiatan magang di perusahaan ternama, atau mengikuti pelatihan dan sertifikasi di bidang tertentu.

Tujuan jangka menengah adalah tujuan yang ingin dicapai dalam waktu tiga hingga lima tahun. Contoh tujuan jangka menengah dalam life mapping mahasiswa adalah mendapatkan pekerjaan di bidang yang diminati, mengikuti program beasiswa S2 di luar negeri, atau menjadi pemimpin di bidang tertentu.

Tujuan jangka panjang adalah tujuan yang ingin dicapai dalam waktu lima tahun ke atas. Contoh tujuan jangka panjang dalam life mapping mahasiswa adalah mendirikan perusahaan sendiri, menjadi pakar di bidang tertentu, atau memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Memiliki life mapping selama kuliah merupakan sebuah keharusan bagi mahasiswa. Kenapa bisa demikian? Berikut ini beberapa alasannya.

Alasan Mahasiswa Harus Punya Life Mapping Selama Kuliah

Berikut adalah beberapa alasan mengapa mahasiswa harus punya life mapping selama kuliah:

1. Memberikan arah dan tujuan yang jelas

Life mapping akan membantumu untuk menentukan arah dan tujuan yang ingin dicapai selama kuliah. Dengan memiliki arah dan tujuan yang jelas, kamu akan lebih termotivasi untuk belajar dan mengembangkan diri.

Misalnya, kamu ingin menjadi seorang engineer setelah lulus kuliah. Dengan memiliki life mapping, kamu bisa membuat rencana untuk mencapai tujuan tersebut, seperti memilih mata kuliah yang relevan, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai, dan mengikuti pelatihan atau magang.

2. Membantu untuk fokus dan paham prioritas

Kuliah adalah masa yang penuh dengan tantangan dan kesibukan. Dengan memiliki life mapping, kamu akan lebih mudah untuk fokus dan prioritas pada hal-hal yang penting dan perlu dilakukan.

Misalnya, kamu memiliki banyak mata kuliah yang harus dipelajari. Dengan memiliki life mapping, kamu bisa membuat skala prioritas untuk mempelajari mata kuliah tersebut.

3. Membantu untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien

Life mapping akan membantumu untuk menyusun rencana yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuanmu. Dengan demikian, kamu akan lebih likely untuk mencapai tujuanmu tepat waktu.

Misalnya, kamu ingin lulus kuliah tepat waktu dengan IPK minimal 3,5. Dengan memiliki life mapping, kamu bisa membuat rencana untuk belajar dan mengerjakan tugas dengan efektif dan efisien.

4. Membantu mempersiapkan diri untuk masa depan

Life mapping juga akan membantumu untuk mempersiapkan diri untuk masa depan. Dengan mengetahui tujuan yang ingin dicapai, kamu akan lebih mudah untuk memilih mata kuliah, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja.

Misalnya, kamu ingin bekerja di perusahaan multinasional setelah lulus kuliah. Dengan memiliki life mapping, kamu bisa membuat rencana untuk mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan alasan mengapa mahasiswa harus memiliki life mapping selama kuliah. Mungkin kamu juga penasaran bagaimana cara membuat life mapping mahasiswa. Yuk, simak cara-caranya di bawah ini.

Baca juga: Cara Mengatasi Burnout pada Mahasiswa

Cara Membuat Life Mapping Mahasiswa

Berikut adalah beberapa cara membuat life mapping mahasiswa yang perlu kamu ketahui:

1. Tentukan tujuan dan media yang akan digunakan

Agar life mapping dapat memotivasi dan membantu kamu untuk mencapai tujuan, kamu perlu menentukan tujuan yang ingin dicapai terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa menentukan media yang akan digunakan untuk membuat life mapping.

Media yang dapat digunakan antara lain kertas HVS, buku tulis, stiker, binder, sticky notes, dan lain sebagainya. Tidak terlalu penting media apa yang digunakan, yang terpenting adalah kamu dapat melihat life mapping beserta progresnya dengan mudah kapan saja.

2. Tulis target dan rencana jangka pendek hingga jangka panjang

Setelah menentukan tujuan dan media, selanjutnya kamu bisa menuliskan target dan rencana jangka pendek hingga jangka panjang yang ingin dicapai. Target dan rencana ini dapat mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti akademik, karier, pribadi, dan sosial. Jika rencana yang harus dilakukan terlalu banyak, kamu bisa menulis dengan singkat.

Namun, jika ingin menuliskan rencana dengan detail dan lengkap tentunya menjadi ide bagus agar tidak ada yang terlewatkan.

3. Lakukan aksi nyata

Life mapping dibuat bukan hanya untuk ditulis atau dipajang saja, tetapi kamu wajib melakukan aksi nyata dari rencana-rencana yang sudah ditentukan sebelumnya. Tanpa adanya aksi nyata, maka pembuatan life mapping untuk bisa lulus tepat waktu akan sia-sia.

4. Evaluasi progres dan lakukan penyesuaian

Untuk mengetahui program yang sudah dicapai, kamu wajib mengevaluasi progres dari waktu ke waktu. Jika progres berjalan lamban, kamu bisa melakukan penyesuaian pada rencana yang telah dibuat. Misalnya, kamu bisa menambahkan waktu atau sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai target.

5. Jangan menyerah

Jika ada target atau rencana yang gagal atau tidak sesuai harapan, jangan menyerah. Teruslah berusaha dan memaksimalkan kemampuan yang kamu miliki dengan waktu yang tersisa. Segera lakukan evaluasi tentang kendala yang dihadapi agar dapat menemukan solusi terbaik dan bisa mencapai target sesuai waktunya.

Selain cara-cara di atas, kamu juga harus membuat life mapping dengan realistis dan sesuai dengan kemampuan kamu. Jangan membuat target yang terlalu tinggi atau tidak mungkin dicapai. Perbarui life mapping secara berkala, misalnya setiap semester atau setiap tahun. Hal ini penting untuk menyesuaikan target dan rencana dengan kondisi yang ada.

Berbagilah life mapping kamu dengan orang lain, misalnya teman, keluarga, atau mentor. Hal ini dapat membantu kamu untuk tetap termotivasi dan bertanggung jawab dalam mencapai target.

Untuk mencapai target yang diinginkan, kamu perlu fokus kuliah dan berprestasi. Dengan berprestasi, kamu akan lebih mudah mendapatkan beasiswa, baik beasiswa dalam negeri maupun luar negeri.

Jika ingin tahu informasi lebih banyak tentang beasiswa, kamu dapat membaca artikel kategori “beasiswa bagi mahasiswa” di duniakampus.id.

Baca juga: