Alami Burnout? Kenali Penyebab dan Tips Mengatasi Burnout pada Mahasiswa

Burnout saat Kuliah

Pernah merasa lelah, kehilangan minat dan semangat untuk mengikuti perkuliahan? Jika iya, kamu kemungkinan mengalami burnout. Hal itu wajar karena burnout pada mahasiswa sering kali terjadi. Nah, apa itu burnout? Apa penyebabnya? Dan bagaimana tips untuk mengatasi burnout?

Semua pertanyaan tersebut akan terjawab dalam artikel ini supaya mahasiswa bisa mengelola burnout sebab pasti akan muncul kapan saja.

Apa itu burnout pada mahasiswa?

Burnout pada mahasiswa adalah kondisi fisik, emosional, dan mental yang disebabkan oleh stres kronis dan kelelahan yang berlebihan akibat tuntutan akademik, sosial, atau personal yang tinggi. Burnout dapat terjadi ketika seseorang merasa tidak mampu mengatasi tekanan dan tuntutan yang ada dalam lingkungan pendidikan. Hal ini bisa mempengaruhi kinerja mahasiswa secara signifikan.

Ciri Burnout pada Mahasiswa

Beberapa ciri-ciri burnout pada mahasiswa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Kelelahan Emosional

Merasa sangat lelah secara emosional, kehilangan minat dan semangat terhadap studi dan kegiatan lainnya.

2. Kinerja Menurun

Kehilangan produktivitas dan penurunan kinerja dalam tugas-tugas akademik.

3. Perasaan Putus Asa

Merasa putus asa dan merasa sulit untuk menemukan solusi terhadap masalah atau tugas yang sulit.

4. Perubahan Emosi

Mengalami perubahan emosi seperti mudah marah, mudah tersinggung, atau mudah merasa frustasi.

5. Gangguan Fisik

Munculnya gejala fisik seperti sakit kepala, gangguan tidur, gangguan pencernaan, atau penurunan daya tahan tubuh.

Itulah pengertian dan ciri dari burnout yang terjadi pada mahasiswa. Lantas, apa saja sih penyebab burnout tersebut?

Penyebab burnout di kalangan mahasiswa

Burnout pada mahasiswa dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan tuntutan akademik, lingkungan sosial, dan tekanan pribadi. Beberapa penyebab umum burnout pada mahasiswa meliputi:

1. Beban Akademik yang Berlebihan

Tuntutan kuliah yang tinggi, jadwal perkuliahan yang padat, dan tekanan untuk mencapai hasil akademik yang tinggi dapat menyebabkan stres dan kelelahan.

2. Tuntutan Waktu yang Tinggi

Mahasiswa sering harus mengatasi banyak tugas, proyek, dan ujian dalam waktu yang singkat, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara waktu belajar dan waktu istirahat.

3. Kurangnya Dukungan Sosial

Merasa terisolasi atau kurangnya dukungan dari teman, keluarga, atau rekan mahasiswa dapat meningkatkan risiko burnout.

4. Tekanan Keuangan

Masalah keuangan atau beban keuangan dapat menyebabkan stres yang signifikan dan mengganggu konsentrasi pada studi.

5. Kurangnya Waktu Luang

Kurangnya waktu untuk beristirahat, berolahraga, dan melakukan kegiatan yang dinikmati dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental.

6. Ketidakjelasan Tujuan dan Minat

Tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan pendidikan atau kurangnya minat terhadap bidang studi dapat mengurangi motivasi dan menyebabkan burnout.

7. Prokrastinasi

Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan dapat menyebabkan akumulasi tugas yang meningkatkan tekanan.

8. Kurangnya Keterampilan Manajemen Stres

Mahasiswa yang tidak memiliki keterampilan yang efektif dalam mengelola stres dan mengatasi tekanan cenderung lebih rentan terhadap burnout.

9. Perubahan Hidup

Transisi ke kehidupan kuliah, jauh dari rumah atau perubahan besar lainnya dalam kehidupan pribadi dapat menjadi sumber stres.

Itulah beberapa penyebab burnout di kalangan mahasiswa. Penting untuk mengenali faktor-faktor tersebut dan mengambil langkah-langkah yang tepat guna menghindari atau mengatasi burnout. Jika tidak segera diatasi, burnout akan membawa dampak buruk bagi mahasiswa. Jelas, burnout membawa bahaya bagi kehidupan akademik ataupun non akademik mahasiswa. Lalu, apa sajakah bahaya tersebut?

Bahaya burnout waktu kuliah

Burnout pada waktu kuliah dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap fisik, emosional, dan akademik mahasiswa. Berikut adalah beberapa bahaya dari burnout selama kuliah:

1. Gangguan Kesehatan Mental dan Fisik

Burnout dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan tidur. Dampaknya juga dapat berlanjut ke masalah fisik seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, dan penurunan daya tahan tubuh.

2. Penurunan Motivasi dan Minat

Mahasiswa yang mengalami burnout mungkin merasa kehilangan minat pada bidang studi mereka dan merasa kurang termotivasi untuk menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan akademik.

3. Penurunan Kinerja Akademik

Burnout dapat mengganggu kemampuan konsentrasi, memori, dan kinerja dalam tugas dan ujian, yang berpotensi mengakibatkan penurunan nilai dan prestasi akademik.

4. Rendahnya Kualitas Hidup

Mahasiswa yang mengalami burnout mungkin mengalami penurunan kualitas hidup secara keseluruhan karena mereka merasa stres, lelah, dan kurang bahagia.

5. Keputusan yang Kurang Bijaksana

Mahasiswa yang mengalami burnout mungkin membuat keputusan impulsif atau kurang bijaksana karena terpengaruh oleh stres dan tekanan.

6. Pengaruh pada Kesehatan Jangka Panjang

Jika burnout tidak diatasi dengan baik, itu bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang dan mengarah pada masalah kronis seperti gangguan tidur, gangguan kecemasan, atau depresi.

7. Potensi Drop Out

Dalam beberapa kasus yang parah, mahasiswa yang mengalami burnout mungkin memutuskan untuk keluar dari perguruan tinggi.

Itulah bahaya dari burnout semasa kuliah. Mengenali tanda-tanda burnout merupakan hal yang penting agar dapat mengambil langkah-langkah untuk mengatasi stres dan tekanan selama kuliah. 

Hal yang harus dilakukan ketika mahasiswa mengalami burnout

Ketika kamu merasa mengalami burnout, penting untuk mengambil tindakan untuk mengatasi stres dan kelelahan sebelum dampaknya semakin parah. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu lakukan ketika mengalami burnout:

1. Kenali Tanda-tanda

Sadari tanda-tanda burnout pada diri kamu, seperti penurunan motivasi, perasaan lelah yang konstan, perubahan suasana hati, dan penurunan kinerja.

2. Istirahat

Beri diri kamu istirahat yang cukup. Tidur yang baik sangat penting untuk memulihkan energi fisik dan mental.

3. Atur Prioritas

Identifikasi tugas atau kewajiban yang paling penting dan fokuskan energimu pada hal-hal yang benar-benar perlu.

4. Berbicara dengan Orang Terpercaya

Bicarakan perasaanmu kepada teman, anggota keluarga, atau seseorang yang kamu percayai. Berbagi beban dapat membantumu merasa didengar dan didukung.

5. Jangan Takut Meminta Bantuan

Jika kamu merasa kewalahan, jangan ragu untuk mencari dukungan profesional seperti konselor atau psikolog.

6. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Cari waktu untuk beristirahat dan melakukan aktivitas yang kamu nikmati, seperti olahraga, membaca, atau berjalan-jalan di alam terbuka.

7. Kembangkan Keterampilan Manajemen Stres

Pelajari teknik-teknik manajemen stres seperti meditasi, yoga, atau teknik pernapasan untuk membantumu meredakan stres.

9. Batasi Keterlibatan ekstrakurikuler

Jika kamu terlibat dalam terlalu banyak kegiatan ekstrakurikuler, pertimbangkan untuk menguranginya sementara.

10. Ambil Cuti Sementara

Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk mengambil cuti sementara dari tugas-tugas akademik atau pekerjaan untuk memulihkan energimu.

11. Pertimbangkan Perubahan

Jika penyebab burnout adalah faktor tertentu seperti beban akademik yang berlebihan, pertimbangkan apakah ada perubahan yang dapat kamu lakukan, seperti mengurangi beban studi atau mengambil mata kuliah yang lebih sedikit.

12. Mencari Hobi atau Aktivitas Menyenangkan

Melibatkan diri dalam hobi atau aktivitas yang kamu nikmati dapat membantu mengalihkan perhatian dari stres dan memberikan kebahagiaan. Salah satu hobi yang bisa dicoba adalah membaca buku.

Ingatlah bahwa burnout adalah sinyal bahwa kamu memerlukan perhatian dan perawatan. Prioritaskan kesehatan dan kesejahteraanmu, dan jangan ragu untuk mencari dukungan dari berbagai sumber jika diperlukan.

Demikian ulasan mengenai burnout mulai dari pengertian, penyebab, bahaya burnout dan juga solusi atau tips mengatasi burnout. Semoga tulisan ini bermanfaat ya. Banyak masalah yang dialami oleh mahasiswa, kalau pengen tau curhatan lainnya dan bahkan ada solusi-solusi praktis, bisa cek di kanal Cerita Mahasiswa.

Penulis Artikel: Nur Rokhim

Baca juga: