Semester Pendek: Pengertian, Durasi dan Syarat

Apa itu Semester Pendek

Semester pendek merupakan salah satu program yang ditawarkan oleh berbagai universitas di Indonesia.  Singkatnya, program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempercepat proses penyelesaian studi atau memperbaiki nilai mata kuliah yang kurang memuaskan. 

Nah, supaya lebih tau tentang semester pendek ini mari baca artikel ini sebab akan membahas berbagai aspek terkait semester pendek, mulai dari pengertian, durasi, persyaratan, manfaat, hingga pertanyaan umum lainnya. 

Kita mulai dari definisi dahulu ya.

Apa itu Semester Pendek

Semester pendek adalah program akademik yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengambil mata kuliah tambahan di luar semester reguler. 

Program ini biasanya diadakan antara semester genap dan semester ganjil, yakni pada liburan semester. 

Tujuan dari semester pendek adalah memberikan kesempatan tambahan bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah tertentu. 

Semester pendek sering dimanfaatkan oleh mahasiswa yang ingin mempercepat waktu kelulusan, mengulang mata kuliah yang belum lulus, atau memperbaiki nilai yang kurang memuaskan.

Berapa Lama Durasi Semester Pendek?

Lantas, berapa lama durasi pelaksanaan semester pendek?

Pelaksanaan semester pendek diatur oleh masing-masing fakultas atau jurusan di perguruan tinggi.

Secara umum, tahun akademik terdiri dari dua semester, yaitu semester ganjil dan genap.

Jika perkuliahan reguler dalam satu semester bisa berlangsung hingga 6 bulan, semester pendek biasanya hanya berlangsung 4 sampai 6 minggu.

Selama periode tersebut, jumlah SKS dan mata kuliah yang dapat diambil juga sangat terbatas, tidak sebanyak pada perkuliahan reguler.

Biasanya, mahasiswa tidak diizinkan mengambil lebih dari 10 SKS pada semester pendek.

Syarat Mengikuti Semester Pendek

Setiap universitas memiliki persyaratan yang berbeda untuk mengikuti semester pendek. 

Berikut ini adalah contoh persyaratan mengikuti semester pendek dari Universitas Indonesia (UI):

  1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester genap.
  2. Masih memiliki masa studi pada semester gasal setelah semester pendek.
  3. Mahasiswa yang telah terdaftar untuk semester pendek tetapi dinyatakan putus studi pada evaluasi semester kedua, keempat, kedelapan, kesepuluh, atau semester terakhir akan batal mengikuti semester pendek, dan biaya pendidikan yang telah dibayarkan akan dikembalikan (hubungi Manajer Pendidikan).
  4. Mata kuliah yang sedang diambil pada semester genap tidak boleh diambil kembali pada semester pendek.

Perkuliahan pada Semester Pendek dapat dilaksanakan jika ada minimal 15 mahasiswa yang mendaftar per kelas.

Jumlah SKS di Semester Pendek

Jumlah SKS yang dapat diambil selama semester pendek juga tergantung pada kebijakan perguruan tinggi. Biasanya, mahasiswa diperbolehkan mengambil 6 hingga 9 SKS. Hal ini untuk memastikan bahwa beban studi tidak terlalu berat dan mahasiswa bisa menyelesaikan perkuliahan dengan baik.

Apakah Semester Pendek Bisa Cumlaude?

Pertanyaan ini sering muncul di kalangan mahasiswa. Jawabannya adalah tergantung pada kebijakan masing-masing perguruan tinggi. 

Setiap institusi perguruan tinggi memiliki aturan dan pedoman yang berbeda mengenai perhitungan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) dan penilaian akademik. 

Beberapa universitas mungkin memperbolehkan mata kuliah yang diambil pada semester pendek untuk diperhitungkan dalam IPK yang berpengaruh pada predikat kelulusan, termasuk cumlaude. 

Namun, ada juga universitas yang mungkin memiliki batasan atau ketentuan khusus terkait hal ini. 

Oleh karena itu, jika kamu ingin memastikan apakah semester pendek dapat mempengaruhi peluang meraih predikat cumlaude, kamu perlu merujuk langsung pada kebijakan akademik universitas kamu atau berkonsultasi dengan pihak administrasi akademik.

Apakah Semua Kampus Menyediakan Semester Pendek?

Tidak semua kampus menyediakan semester pendek. Kebijakan ini sangat bergantung pada masing-masing perguruan tinggi. 

Beberapa universitas besar di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Andalas (Unand), biasanya menawarkan semester pendek. 

Namun, ada juga perguruan tinggi yang tidak menyelenggarakan semester pendek karena berbagai alasan, seperti keterbatasan sumber daya atau kebijakan akademik yang berbeda.

Manfaat Mengikuti Semester Pendek

Mengikuti semester pendek memiliki banyak manfaat, antara lain:

1. Mempercepat Waktu Kelulusan

Dengan mengambil mata kuliah di semester pendek, kamu bisa menyelesaikan studi lebih cepat dari waktu yang diharapkan. Ini sangat bermanfaat bagi kamu yang ingin segera memasuki dunia kerja atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

2. Memperbaiki Nilai

Semester pendek memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperbaiki nilai mata kuliah yang sebelumnya kurang memuaskan. Dengan begitu, kamu bisa meningkatkan IPK secara keseluruhan.

3. Mengambil Mata Kuliah Tambahan

Mahasiswa yang ingin memperdalam pengetahuan di bidang tertentu atau mengambil mata kuliah yang tidak sempat diambil di semester reguler bisa memanfaatkan semester pendek.

4. Fleksibilitas Waktu

Dengan adanya semester pendek, kamu akan memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam merencanakan studi. Kamu bisa menyesuaikan jadwal kuliah dengan rencana pribadi, seperti magang atau kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

Baca juga: 7 Aplikasi Produktif untuk Mahasiswa

Tantangan Mengikuti Semester Pendek

Selain manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan saat mengikuti semester pendek, di antaranya:

1. Beban Akademik Tinggi

Durasi yang singkat membuat beban akademik selama semester pendek lebih intensif. Mahasiswa harus siap menghadapi jadwal kuliah yang padat dan tugas yang lebih banyak.

2. Biaya Tambahan

Mengikuti semester pendek biasanya memerlukan biaya tambahan yang perlu dipersiapkan oleh mahasiswa.

3. Manajemen Waktu

Mahasiswa harus mampu mengatur waktu dengan baik untuk mengikuti semua perkuliahan dan menyelesaikan tugas tepat waktu.

Kesimpulan

Semester pendek adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mempercepat penyelesaian studi, memperbaiki nilai, dan menambah jumlah SKS yang diambil. 

Meskipun tidak semua universitas menyediakan program ini, bagi yang tersedia, semester pendek bisa menjadi strategi efektif dalam mencapai target akademis, termasuk meraih predikat cumlaude.

Jika kamu berencana untuk mengikuti semester pendek, pastikan kamu memahami persyaratan dan kebijakan yang berlaku di universitas kamu ya, serta persiapakan dirimu untuk menghadapi jadwal perkuliahan yang lebih padat namun singkat.

Baca juga: Surat Aktif Kuliah dan Cara Membuatnya

Baca juga: